-Polemik seputar SPMB (sistem penerimaan mahasiswa baru) tadi malam (26/3) dibahas di Kantor Depdiknas Jakarta dan mulai ada titik temu. Dalam rapat di Kantor Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Depdiknas itu diputuskan bahwa seleksi mahasiswa baru dilaksanakan serentak secara nasional dengan nama seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM-PTN). Surat keputusan (SK) terkait hal itu baru akan diteken Dirjen Dikti Fasli Jalal Jumat (28/3). ’’Seluruh PTN dan BHMN (PTN yang telah ber-Badan Hukum Milik Negara) masuk ke dalamnya,’’ kata Fasichul Lisan, rektor Universitas Airlangga yang ditunjuk sebagai Ketua II SNM-PTN.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri polemik seputar pelaksanaan SPMB. Seperti diberitakan sebelumnya, 41 PTN menyatakan “bercerai” dengan perhimpunan SPMB. Sebab, perhimpunan SPMB sebagai badan hukum swasta tidak mengakui dana pendaftaran SPMB sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Artinya, begitu menerima dana pendaftaran SPMB, perhimpunan tak perlu menyetor dana ke sistem pengelolaan keuangan negara, namun langsung membelanjakannya. Padahal, aturan perundangan menyebutkan bahwa dana SPMB tergolong PNBP. Akibat kerancuan mekanisme itu, hasil audit BPK atas laporan Depdiknas dinyatakan disclaimer (tidak diterima).
Sembilan PTN Jatim kemudian memelopori penolakan terhadap cara perhimpunan SPMB tersebut, yang kemudian diikuti PTN lain di Indonesia. Termasuk, UGM, ITB, IPB, dan Undip. PTN yang masih bertahan di perhimpunan, antara lain, UI (Universitas Indonesia) dan Universitas Negeri Jakarta. Tadi malam, titik temu polemik itu bisa dicarikan. Dirjen Dikti Fasli Jalal mengambil sikap tegas dengan mengakomodasi suara 41 PTN yang menganggap dana penerimaan baru sebagai PNBP. Rapat itu juga menyepakati bahwa yang menjadi ketua SNM-PTN adalah UI yang sebelumnya panitia pusat SPMB. ’’Saya kira ini adalah win-win solution. Itu jalan terbaik,’’ kata Fasichul Lisan yang juga ketua Paguyuban Rektor Jawa Timur.
Selain kepanitiaan dari PTN, Dikti menunjuk panitia pengarah –yang diketuai Fasli– untuk membantu panitia PTN dalam proses seleksi. Masuk dalam panitia pengarah, dua mantan rektor yang sebelumnya menjadi pengurus Perhimpunan SPMB Nusantara. Yakni, Asman Boedi Santoso (mantan rektor Universitas Indonesia) dan Bambang Guritno (mantan rektor Universitas Brawijaya). Fasich tak memungkiri bahwa Dirjen Dikti berusaha menggabungkan dua kubu yang bersilang pendapat: PTN pro-Perhimpunan SPMB Nusantara yang dimotori UI dan 41 PTN. Kesepakatan baru itu menyudahi perdebatan pengelolaan keuangan penerimaan mahasiswa baru. ’’Tentu dana itu masuk PNBP, seperti yang diamanatkan undang-udang,’’ tegas Fasich.
Hal itu dibenarkan Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Haris Supratno yang ditunjuk sebagai sekretaris SNM-PTN. Semua dana yang masuk dari pendaftaran calon mahasiswa melalui SNM-PTN menjadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP). ’’Sistemnya tetap seperti yang dibahas para rektor PTN Jatim, yakni PNBP,’’ terangnya. Model pengelolaan dana yang semula dikelola mandiri oleh Perhimpunan SPMB Nusantara kini berganti menjadi swakelola. Artinya, sistem pengelolaan keuangan sepenuhnya berada di tangan para rektor. ’’Sistem ini juga mengubah model lama. Semua yang terlibat adalah para rektor aktif,’’ jelasnya.
Rapat yang dihadiri hampir seluruh rektor PTN itu juga memutuskan susunan kepanitiaan bersama. Panitia penyelenggaraan seleksi hampir melibatkan seluruh kampus. Saat ini, para rektor tengah menggodok lebih lanjut dan mempersiapkan kepanitiaan menjelang penjaringan mahasiswa baru pada tahun ajaran baru nanti.
FADLI_CANIAGO@yhoo.co.id
Rabu, 26 Maret 2008
Peringkat UN Sumbar Terancam, Segera Jalankan Reward and Punisment
Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Jasrial MPd menilai tingkat kelulusan pra Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA yang hanya 14,4 persen dan SMA 12, 70 persen sangat berbahaya. Jangankan untuk mempertahankan prestasi justru Sumbar sebagai salah satu kiblat pendidikan di luar Jawa berpotensi turun peringkat. ”Namun semua pihak harus tetap optimis dan bekerja keras untuk penanganan dan pengolahan secara baik. Terutama, untuk daerah dan sekolah penyumbang angka tidak lulus yang tinggi harus ada penanganan khusus. Juga mempersiapkan reward dan punisment bagi sekolah yang bersangkutan,” ujarnya.
Reward and punisment ini lanjut Jasrial, akan membangkitkan semangat kompetisi di kalangan guru dan sekolah. Sehingga mereka selalu bersemangat dan muncul kreativitas serta dinamisme dalam memaparkan materi pelajaran. Sebab, pengajaran yang terlalu kaku dan serius justru akan menimbulkan ketegangan dan kecemasan di kalangan siswa. ”Reward-nya bisa saja dalam bentuk studi banding atau pembangunan kelengkapanm sarana dan prasarana sekolah. Sedangkan punisment-nya harus positif dan bertujuan mengungkap faktor penyebab turunnya nilai Pra UN ini. Hal ini penting untuk merancang penanganan apa yang harus diberikan, sehingga hasilnya lebih maksimal,” ungkapnya. Selain itu, semangat academic culture harus terus dibangun. Tidak ada siswa yang bersantai-santai di selama di sekolah dan setiap momen selalu membicarakan materi pelajaran.
Hal ini bisa dikondisikan dengan menggelar serangkaian kompetisi mata pelajaran untuk memacu siswa belajar giat dan mengikuti secara intensif tambahan belajar. Ia juga mengungkapkan penanganan siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dalam menciptakan academic culture di sekolah, tetapi peran orangtua turut menentukan hasil UN siswa. Menurutnya, orangtua harus diberi tahu tentang syarat kompetensi lulus (SKL) yang sudah ditetapkan Depdiknas, sehingga mereka bisa memberikan support yang maksimal di rumah. ”Terutama melakukan kontrol secara ketat agar mereka tetap belajar secara intensif. Kalau serangkaian kegiatan ini dilakukan maka Sumbar masih berpeluang menjadi yang terbaik di luar Jawa. Minimal antara posisi 6 dan 7 secara nasional,” ungkapnya.
Ada yang Salah dalam Pendidikan
Sementara Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Guspardi Gaus juga mengaku prihatin dengan perolehan nilai Pra UN ini. Sebab, tidak lagi bersifat kasusitis di beberapa daerah, tetapi melanda semua daerah karena tidak satu pun perolehan nilainya di atas 50 persen. Hal ini menunjukkan ada sesuatu yang salah dalam proses belajar mengajar (PBM) selama ini. ”Bisa saja masih ada materi pelajaran yang belum tuntas, guru dan siswa yang bermasalah. Ini harus segera dievaluasi dan dicari akar masalahnya. Namun perolehan Pra UN ini jangan sampai mencemaskan siswa, tetapi memacu semangat mereka untuk terus giat belajar sehingga kasus serupa tidak terjadi di UN,” ungkapnya. Ia juga mengharapkan kegiatan belajar tambahan harus terus digenjot dari biasanya. Termasuk mengintensifkan bimbingan belajar dari lembaga-lembaga pendidikan yang profesional.
Bahkan perlu dilakukan orientasi pengerjaan soal-soal secara intensif, karena selain penguasaan materi pelajaran, kesiapan psikis dan teknis pun sangat menentukan tingkat kelulusan. Agar semua pihak seiring menyikapi persoalan ini lanjut Guspardi, kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota perlu memberikan warning kepada kepala Dinas Pendidikan segera mencari langkah-langkah strategis agar nilai siswa bisa melejit di UN. Punisment bagi yang tidak mampu harus disiapkan dan hasil UN ini bisa menjadi salah satu pertimbangan pantas atau tidak sesorang itu menduduki posisi kepala dinas.
Proses PBM Tidak Efektif
Sementara Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Z Mawardi Effendi juga prihatin. ”Kalau dalam Pra UN sudah hancur seperti ini, bagaimana ketika menghadapi UN sebenarnya. Kita tahu bahwa soal Pra UN dibuat oleh daerah, sedangkan soal untuk UN dibuat oleh pusat. Jadi hasil UN nantinya akan jadi sebuah pertanyaan besar,” kata Mawardi ketika diminta kometarnya sehabis acara pengukuhan Prof Dr Ahmad Fauzan MPd MSc sebagai guru besar kemarin. Dia juga menambahkan, permasalahan pendidikan bukanlah persoalan yang dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Banyak pembenahan-pembenahan yang harus dilakukan di setiap lini.
Seperti lingkungan sekolah, kenyamanan kelas, dorongan awal untuk belajar, perpustakaan, laboratorium, kualitas dan kesejahteraan guru, dan lainnya, menurut Mawardi merupakan bagian kecil dari contoh permasalahan lama yang tidak kunjung selesai sampai saat ini. ”Tetapi yang paling penting dari semua itu adalah PBM tidak terlaksana sebagaimana mestinya,” ucap Mawardi. Prof Dr Ahmad Fauzan MPd MSc, sehabis dikukuhkan sebagai guru besar menjelaskan bahwa proses pembelajaran tidak berlangsung secara efektif di sekolah-sekolah. Indikatornya, kata Fauzan banyak saat ini sekolah dan orangtua yang menganjurkan anaknya untuk mengikuti bimbingan belajar di luar dalam menghadapi UN. ”Kalau proses pembelajaran dilakukan secara efektif di sekolah, saya yakin tidak ada siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar di luar,” Fauzan menjelaskan. (geb/pl6)
Reward and punisment ini lanjut Jasrial, akan membangkitkan semangat kompetisi di kalangan guru dan sekolah. Sehingga mereka selalu bersemangat dan muncul kreativitas serta dinamisme dalam memaparkan materi pelajaran. Sebab, pengajaran yang terlalu kaku dan serius justru akan menimbulkan ketegangan dan kecemasan di kalangan siswa. ”Reward-nya bisa saja dalam bentuk studi banding atau pembangunan kelengkapanm sarana dan prasarana sekolah. Sedangkan punisment-nya harus positif dan bertujuan mengungkap faktor penyebab turunnya nilai Pra UN ini. Hal ini penting untuk merancang penanganan apa yang harus diberikan, sehingga hasilnya lebih maksimal,” ungkapnya. Selain itu, semangat academic culture harus terus dibangun. Tidak ada siswa yang bersantai-santai di selama di sekolah dan setiap momen selalu membicarakan materi pelajaran.
Hal ini bisa dikondisikan dengan menggelar serangkaian kompetisi mata pelajaran untuk memacu siswa belajar giat dan mengikuti secara intensif tambahan belajar. Ia juga mengungkapkan penanganan siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dalam menciptakan academic culture di sekolah, tetapi peran orangtua turut menentukan hasil UN siswa. Menurutnya, orangtua harus diberi tahu tentang syarat kompetensi lulus (SKL) yang sudah ditetapkan Depdiknas, sehingga mereka bisa memberikan support yang maksimal di rumah. ”Terutama melakukan kontrol secara ketat agar mereka tetap belajar secara intensif. Kalau serangkaian kegiatan ini dilakukan maka Sumbar masih berpeluang menjadi yang terbaik di luar Jawa. Minimal antara posisi 6 dan 7 secara nasional,” ungkapnya.
Ada yang Salah dalam Pendidikan
Sementara Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Guspardi Gaus juga mengaku prihatin dengan perolehan nilai Pra UN ini. Sebab, tidak lagi bersifat kasusitis di beberapa daerah, tetapi melanda semua daerah karena tidak satu pun perolehan nilainya di atas 50 persen. Hal ini menunjukkan ada sesuatu yang salah dalam proses belajar mengajar (PBM) selama ini. ”Bisa saja masih ada materi pelajaran yang belum tuntas, guru dan siswa yang bermasalah. Ini harus segera dievaluasi dan dicari akar masalahnya. Namun perolehan Pra UN ini jangan sampai mencemaskan siswa, tetapi memacu semangat mereka untuk terus giat belajar sehingga kasus serupa tidak terjadi di UN,” ungkapnya. Ia juga mengharapkan kegiatan belajar tambahan harus terus digenjot dari biasanya. Termasuk mengintensifkan bimbingan belajar dari lembaga-lembaga pendidikan yang profesional.
Bahkan perlu dilakukan orientasi pengerjaan soal-soal secara intensif, karena selain penguasaan materi pelajaran, kesiapan psikis dan teknis pun sangat menentukan tingkat kelulusan. Agar semua pihak seiring menyikapi persoalan ini lanjut Guspardi, kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota perlu memberikan warning kepada kepala Dinas Pendidikan segera mencari langkah-langkah strategis agar nilai siswa bisa melejit di UN. Punisment bagi yang tidak mampu harus disiapkan dan hasil UN ini bisa menjadi salah satu pertimbangan pantas atau tidak sesorang itu menduduki posisi kepala dinas.
Proses PBM Tidak Efektif
Sementara Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Z Mawardi Effendi juga prihatin. ”Kalau dalam Pra UN sudah hancur seperti ini, bagaimana ketika menghadapi UN sebenarnya. Kita tahu bahwa soal Pra UN dibuat oleh daerah, sedangkan soal untuk UN dibuat oleh pusat. Jadi hasil UN nantinya akan jadi sebuah pertanyaan besar,” kata Mawardi ketika diminta kometarnya sehabis acara pengukuhan Prof Dr Ahmad Fauzan MPd MSc sebagai guru besar kemarin. Dia juga menambahkan, permasalahan pendidikan bukanlah persoalan yang dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Banyak pembenahan-pembenahan yang harus dilakukan di setiap lini.
Seperti lingkungan sekolah, kenyamanan kelas, dorongan awal untuk belajar, perpustakaan, laboratorium, kualitas dan kesejahteraan guru, dan lainnya, menurut Mawardi merupakan bagian kecil dari contoh permasalahan lama yang tidak kunjung selesai sampai saat ini. ”Tetapi yang paling penting dari semua itu adalah PBM tidak terlaksana sebagaimana mestinya,” ucap Mawardi. Prof Dr Ahmad Fauzan MPd MSc, sehabis dikukuhkan sebagai guru besar menjelaskan bahwa proses pembelajaran tidak berlangsung secara efektif di sekolah-sekolah. Indikatornya, kata Fauzan banyak saat ini sekolah dan orangtua yang menganjurkan anaknya untuk mengikuti bimbingan belajar di luar dalam menghadapi UN. ”Kalau proses pembelajaran dilakukan secara efektif di sekolah, saya yakin tidak ada siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar di luar,” Fauzan menjelaskan. (geb/pl6)
Senin, 25 Februari 2008
SIMULASI UN 2008
IASMALBI KOMPLEK UNP
SukseS Dengan
SIMULASI UN 2008
SukseS Dengan
SIMULASI UN 2008
Ikatan Alumni SMA 5 Bukittinggi Kompak dan Intelek KampUs Universitas Negri Padang , telah ngadain SIMULASI UN 2008 , Dedikasi Alumni ini pantas kita acungi jempol karna dari sederetan kegiatan Alumni dan banyak simulasi yang telah di adaain inilah yang paling jempolaN
Sambutan baik dari selauruh civitas akademia di SMA 5 yang menyambut alumni dari UNPdengan tangan terbuka. semua program berjalan lanjcar. yang gilanya lagi panitia punya peraturan yang sama seperti UN yang isi ruagangan hanya 20 orang per lokal busyet dan siawasi oleh 2 orang pengawas yang bertampang kiler............
Pasca Ujian selesai pemeriksaan pun berlangsung wlapun hasil sedikit mengecewakan membuat kepala sekolah Dra Dian Mulyati mengundang alumni ini untuk memberikan motivasi pada siswa kelas 3 yang akan menempuh ujian.
Motivasi yang berjalan setelah pulang sekolah sabtu kemaren l\menghadirkan pembicara Muhammad Fadli yang juga sekarang lagi dipercayain sebagai ketua alumni dengan the best moderator Thesa lengogeni dan Ronald irawan yang mana merekala pengagas acara ini bung ronald yang ada pada posisi ketua IASMALBI KOMPLEK UNP dengan sekretaris Thesaa yang masih setia menjadi operator kita dalam seminar durasi 2 jam tersebut si_kief...
Mari mambangkik samangaik adiak-adiak
mambantang banang ameh untuak nagari
Sambutan baik dari selauruh civitas akademia di SMA 5 yang menyambut alumni dari UNPdengan tangan terbuka. semua program berjalan lanjcar. yang gilanya lagi panitia punya peraturan yang sama seperti UN yang isi ruagangan hanya 20 orang per lokal busyet dan siawasi oleh 2 orang pengawas yang bertampang kiler............
Pasca Ujian selesai pemeriksaan pun berlangsung wlapun hasil sedikit mengecewakan membuat kepala sekolah Dra Dian Mulyati mengundang alumni ini untuk memberikan motivasi pada siswa kelas 3 yang akan menempuh ujian.
Motivasi yang berjalan setelah pulang sekolah sabtu kemaren l\menghadirkan pembicara Muhammad Fadli yang juga sekarang lagi dipercayain sebagai ketua alumni dengan the best moderator Thesa lengogeni dan Ronald irawan yang mana merekala pengagas acara ini bung ronald yang ada pada posisi ketua IASMALBI KOMPLEK UNP dengan sekretaris Thesaa yang masih setia menjadi operator kita dalam seminar durasi 2 jam tersebut si_kief...
Mari mambangkik samangaik adiak-adiak
mambantang banang ameh untuak nagari
Rabu, 05 Desember 2007
Beasiswa Buat ANAk Klas 3
Program Pendidikan Akuntansi
PT. Bank Central Asia Tbk
Tujuan Program :
Membantu lulusan SMU/SMK untuk menjadi tenaga profesional di bidang Akuntansi dan Keuangan
Pendidikan Yang Ditawarkan
Pendidikan Non Gelar dengan lama pendidikan 30 bulan di Jakarta tanpa dipungut biaya.
Fasilitas yang tersedia :
Selama Pendidikan : bebas biaya kuliah, uang saku , buku dan fasilitas kesehatan
Sebelum Pendidikan : bea siswa kelas III semester genap
Kegiatan akademis :
Program Pendidikan ini merupakan program purna waktu dengan jadwal kegiatan akademis setiap hari kerja dari Senin – Jumat mulai pukul 08.00 s/d 17.00 WIB bertempat di Training Center BCA Wisma Asia Jln .S. Parman Kav 79 Jakarta Barat. 11420
Persyaratan pendaftaran :
- Lulusan SMU/ SMK atau Siswa / siswi SMU / SMK kelas III
- Usia maksimum 20 tahun
- Nilai Rapor kelas I s/d III rata rata minimal 7 dengan nilai Nilai Matematika minimal 7 ( khusus IPA ) atau Ekonomi /Akuntansi minimal 7 ( khusus IPS / SMK )
- Tidak pernah tinggal kelas
- Tidak terlibat narkoba dan pelanggaran hukum lainnya.
- Lulus dalam proses seleksi
Pengiriman Lamaran :
Kirimkan surat lamaran beserta Daftar Riwayat Hidup beserta nomor telepon , Copy : raport kelas 1-3 SMU / SMK Copy Kartu Siswa, Ijazah, Daftar Nilai UAN, KTP dan Pasfoto terbaru ukuran 4 X 6 ( 1 lembar )
Cantumkan kode PPA-BCA pada sudut kiri atas amplop
paling lambat tanggal 23 Desember 2007
Kepada
Biro Pelatihan dan Pengembangan Potensi
BCA Wisma Asia II Lantai 12A
Jl. Brigjen Katamso No. 1 SLIPI Jakarta Barat 11420
Hanya pelamar yang memenuhi persyaratan di atas yang akan diikutsertakan dalam proses seleksi. Surat lamaran yang masuk tidak akan dikembalikan
Senin, 03 Desember 2007
Nani Amelia Profile
Photo : Bu Nina, Devin sang Buah hati.... Manumpang Lo snek Buk Zet....
"ada Bu Nani Bu" orang orang g kenal syapa tuch? n malahan dibantah bu nina yach.....???
benar "Masalah Nama saya kebalik nich ada sejaraHnya Lho" tuturnya dengan senyum.
guru yang lahir pada 13 april 196x ini sangat akrap di pangil "nina"
heiking dan semua kegiatan yang menantang adrinalin adalah hobby Nani AMelia..
di temui di kediamanya pada sabtu lalu "ibu emang sudah dari kecil suka hal yang memiliki tantangan"
ucapnya dengan pasti...
guru geografi ini yang ngak asing lagi oleh siswa sMan 5 Bukittinggi datang kekampus kesayangan di garegeh di temani Mobil Nya yang Unik CoroLLa Auto Clasic... BA 1973
Ibu dua anak yang dahulunya tamatan IKIP padang yang orang bilang masih memeiliki jiwa Muda ini memang benar adanya.... Nani Mengungkapkan. "Tua itu pasti, tapi muda itu pilihan ya ngak" ibu tersenyum lagi...
kalo ditanya prinsip dalam dirinya hanya satu kata " NATO OH NO ( No Action Talk Only) bagi saya g suka orang yang banyak bicara dan ngak pernah beraksi... atau pembual lah, bak A dek uda Tu" ungkapnya pada saya.
segudang pengalaman yang telah di miliki membuat Bu Nina Bisa Berkreasi dan kreatif dalam bertindak.... disiplin memang kunci kesuksesan.... nah itulah kunci bu nian dalam mendidik siswanya "bagi saya disiplin number One , yang lain pati ngikut....."
mencuri dan berbagi rahasia masalah disiplin di sekolah..... saya sempat nanya " Bu.. ba'a caronyo bia ndak kanai berang juo Dek Ibu di Sakolah????"
" sabananyo ibu ndak pamberang doh.... tapi suaro yang kareh... ngak becanda kok... ya anda sebagai siswa harus bisa menempatkan diri diMana Brada, ya misanya kalo kesekolah ya pakailah pakaian sekoalh yang wajar... jagan pake celana yang di plorotin, harus bisa menempatkan sesuatu di segala bidang" ungkap ibu dengan Bijak....
ibu nani yang telah berhasil membawa rombongan siswa bukittinggi ke seremban malaysia pada juli 2007 dan mendampingi rombongan seremban di bukittinggi "kuncinya komunikasi lancar"
"anak2 tercinta ananda dapat bverbagi cerita,tawa dan bahagia dengan ibu di alamat email:
nina_sma5bkt@yahoo.co.id atau isi dan kirim testi di Friendster ibu.. Nina_sMan5Bkt@yahoo.co.id ibu tunggu... dan akan ibu balas emailnya "
selamat ber tugas bu nani di sekolah kami terima kasih dari redaksi atas kelapangan hati ibu untuk berialog dengan kami
Reporter: Si_kiEf, Fadli, Andi
Minggu, 02 Desember 2007
Tim Peningkatan Mutu Sekoalh Pun Di Bentuk...
Ibu Djuni Sefra dan Fadli dalam kunjugan Alumni ke sekolah
dia abadikan leh dept.dokumnetasi//
selamat bbekerja buat bu djuni sefra dan kawan... dalam mewujudkan SMA N 5 Bukittnggi yang memiliki mutu yang pantas kita acungi jempol....
ami dari segenap kepengurusan alumni berharap tahun depan kita embali pada uruan ter atas UAN
dan bebrapa siswa sman5 bukttinggi juga ikut meramaikan ajang OLIMPIADE di berbagai bidang
untuk tingkat nasional
itunggu yan buk.. keberasilah Sekolah Kita
Speedy... Pun Diluncurkan Di Sekolah Ku...
warnet speedy baru saja diluncurklan di sman 5 bukittinggi
pada mingu lalu....
kebebasan mengakses berbagai macam fasilitas intrne terlah dapat di nikamati oleh siswa sman 5
novasi baru ini mudah mudahan dapat memberikan sumbangsi terhadap mutu dan kualitas pendididia SMA yang megah ini.....
dengan berjumlah40 unit yang mengratiskan siswa pada lunching pertama hinga sabtu kemareN...
pungutan d ambil jika siswa mennakses ilaur jam pelajaran... yach perti biasa bayar.....
reporter; fadli_07
pada mingu lalu....
kebebasan mengakses berbagai macam fasilitas intrne terlah dapat di nikamati oleh siswa sman 5
novasi baru ini mudah mudahan dapat memberikan sumbangsi terhadap mutu dan kualitas pendididia SMA yang megah ini.....
dengan berjumlah40 unit yang mengratiskan siswa pada lunching pertama hinga sabtu kemareN...
pungutan d ambil jika siswa mennakses ilaur jam pelajaran... yach perti biasa bayar.....
reporter; fadli_07
Selasa, 20 November 2007
Guru Ekonomi
bergandeng tanggan membimbing siswa dalam mata pelajaran ekonomi
berterkad siswanya lulus 100% kembali pada tahun ini 2008
ibu catur dengan tips sukses UAN yang ampuh banget udah mulai membahas Soal Uan adari tahun ketahun
senyum menawan dari guru favorit kami
bu asmayeti
yang baru sembuh dari sakit selamat bertugas kembali ibu
Kamis, 15 November 2007
BERITA UAN
Adik adik SMA 5 Bukittinggi
Slamat berjuang
Sedikit info mengenai UAN 2008
selain standart nilai dinaikAN... menjadi 5.25
KArena Panduan UAN tahun 2008 blom keluar maka untuk sementara belajar dari yang tahun 2007 dulu ya. secepatnya kalau sudah ada yang baru akan saya upload.
Saya buat Backupnya nich untuk Panduan / Kisi-kisi Soal UAN SMK, jaga-jaga kalau server puspendik kelebihan muatan. Tinggal klik aja di daftar berikut :
http://uan2008.blogspot.com/2007/09/panduan-materi-soal-uan-smp-sma-smk.html
ada didalamnya
Bahasa Indonesia IPA-IPS.
Bhs Ind-BHs.pdfBahasa Inggris.
Matematika.
Selamat berjuang Semoga Lulus Semua lagi...
100% yach amin...
Reporter : Fadli_
Slamat berjuang
Sedikit info mengenai UAN 2008
selain standart nilai dinaikAN... menjadi 5.25
KArena Panduan UAN tahun 2008 blom keluar maka untuk sementara belajar dari yang tahun 2007 dulu ya. secepatnya kalau sudah ada yang baru akan saya upload.
Saya buat Backupnya nich untuk Panduan / Kisi-kisi Soal UAN SMK, jaga-jaga kalau server puspendik kelebihan muatan. Tinggal klik aja di daftar berikut :
http://uan2008.blogspot.com/2007/09/panduan-materi-soal-uan-smp-sma-smk.html
ada didalamnya
Bahasa Indonesia IPA-IPS.
Bhs Ind-BHs.pdfBahasa Inggris.
Matematika.
Selamat berjuang Semoga Lulus Semua lagi...
100% yach amin...
Reporter : Fadli_
Minggu, 04 November 2007
Alumni Berduka
innalillahi WainNa Lillahi rajiun
telah bepulang saudara kita kepada illahi pada hari rabu 31 Oktober 2007
data Almarhum
nama : Ahmad Arif
Tamatan : 2007
Kelas SMA : X.1,XI IA 1,XII IA 1
Organisasi : Aktif pada bidang FSI, NAsyid
Bp 2007 di teknik Sipil UNAND
Ahmad Arif seorang Qori yang sering kali hadir ajang kompetisi baca al-qur'an
baik untuk tingkat kota dan propinsi
lantunan suara merdunya juga pernah muncul di ajan menuju bintang yang diadain biTV
berbagai Prestasinya terhadap SMA 5 bukittinggi pantas kita ancungkan jempol
Disemayamkan dirumah duka kenagarian canduang
dan dikebumikan di tanah kelahiranya pada Tangal 1 November jam 1.30 wib
Allhamdulillah juga hadir pada takZiah ini rekan2 alumni dan beberapa orang guru dari sma 5 bukittinggi Mengahantarkan almarhum pada peristirahatan terakhir....
Slamat jalan saudara kU.....
semoga Amal Ibadah engkau diterima di sisi aLLah...
trima kasih atas semua jasa da pengabdian mu pada kami
doa kami slalu ada untukmu semoga engkau dapat tenag di peristirahatan terakhirmu
Langganan:
Postingan (Atom)
